Kain polos beralaskan kain batik menghiasi salah satu sudut ruang Galeri Indonesia Kaya (GIK) dilantai delapan West Mall Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Tangan mungil seorang pembatik fokus menggambarkan pola-pola di atas kain polos dengan menggunakan canting. Pembatik itu adalah Nadia Juliana. dalam usia yang terbilang muda, dara kelahiran Jakarta, 16 Juli 1992, tersebut termasuk piawai dalam membatik. Diantara banyak generasi muda yang lebih suka memakai busana brand asing, Nadia Juliana justru bangga mengenakan, mengenal dan mencintai batik. Hal itu pula yang mengantarkan Nadia menjadi Putri Batik Nusantara 2013. Gelar tersebut baru saja diraihnya pada 2 Oktober lalu.
Ketika itu, Nadia berkunjung ke sentra batik Cirebon dikawasan batik Trusmi. Tidak sekedar berbelanja, justru mempelajari cara membatik dari para perajin secara langsung. selain itu juga belajar soal filosofi motif batik khas Cirebon, yakni Mega Mendung.Pemahaman soal batik dan perjalananya itu seakan menjadi kunci kesuksesan Nadia meraih gelar Putri Batik Nusantara 2013. Sebab, pada babak final tiga besar, Nadia mendapat pertanyaan soal filosofi Mega Mendung. "Aku tahu banget filosofinya," ujarnya.
Dari masa karantina,Nadia semakin memahami bahwa setiap batik dari daerah memiliki keunikan tersendiri. Hal itu pula yang membawa pesona pada batik nusantara.Ketika ditanya daerah mana yang paling disuka, dia menjawab suka mengenakan batik motif khas DKI Jakarta. "saya suka semuanya. Seperti ketika saya ditanya suka makanan daerah mana, semuanya suka karena berbeda-beda," tuturnya.
Sebagai Putri Batik, Nadia tentu mengemban misi dan tugas. Dia mengajak generasi muda untuk mengenakan, mengenal, dan mencintai batik. Kampanye dilakukan pun dimulai dari lingkungan dikampusnya. Misalnya saat ini dalam seminggu setiap kelas punya hari khusus untuk mengenakan batik. Untuk semakin memperdalam pemahaman tentang batik, dalam waktu dekat Nadia berencana berkunjung ke Jogjakarta. Kunjungan tersebut, termasuk mendatangi sentra batik setelah dia mendatangi sentra batik.
Saat itu, dia mengunjungi salah satu bisnis batik yang ternyata dikelola oleh warga asing. Kunjungan tersebut lantas membuat Nadia semakin mencintai batik. Dia pun terpacu untuk mengajak anak muda lebih mencintai batik dan gemar mengenakan batik. Apalagi sekarang desain baju batik juga sudah semakin mengikuti tren fashion.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar