Terminal liar atau ilegal banyak menjamur di Surabaya. Sepertinya DISHUB Surabaya belum tegas dalam menertibkan terminal liar yang mengakibatkan kemacetan di daerah tersebut. rencana buy the service angkot yang katanya dapat menyelesaikan masalah juga tak kunjung dimulai. Buy the servis adalah program pemkot yang dapat akan membeli trayek semua angkot dan menggaji sopir. Dengan begitu angkot tidak perlu menggetem lagi.
Ada dua titik terminal liar yang membuat macet . Yaitu Jalan Tampomasdan Jalan Jetis Kulon. Kemacetan yang paling parah terjadi di Jalan Jetis Kulon. Tampak anggkot yang ngetem di sekitar rel kereta api (depan RSI). Angkot kerap memakan badan jalan. Apalagi jika angkot berjalan, langsung saja kemacetan parah terjadi. Petugas sudah berkali-kali menertibkan angkot yang membuat terminal liar, namun pengemudi angkot justru main kucing-kucingan dengan petugas. Jika di lokasi tidak ada petugas pengemudi angkot tidak berhenti. Namun, apabila tidak ada petugas, pengemudi angkot lansung saja parkir.
Menjamurnya terminal liar membuat realisasi program buy the service semakin urgen. Namun, program yang di gadang-gadangkan yang dapat menjadi solusi masalah angkot malah mangkrak. Program buy the service merupakan salah satu program pendukung proyek Angkutan Masal Cepat (AMC). Jadi sebenarnya itu baru bisa dilaksanakan saat monorel dan trem terwujud.
Dengan kondisi kemacetan surabaya yang begitu parah, pemkot mendesak agar lebih cepat menyelesaikan lelang proyek AMC. Dengan begitu, program buy the service dapat segera dioprasikan. Sebaiknya pemkot jangan hanya fokus terhadap proyek AMC, namun juga pada setiap program pendampingnya. Sangat mungkin program pendamping seperti buy the service angkot bisa menjadi solusi sementara dari kemacetan.
soal banyaknya terminal liar, polisi yang sebenarnya menutup mata. karena, sebenarnya dishub tidak mempunyai kewenangan untuk menindak pelanggaran semacam itu. Seharusnya polisi harus tegastentang masalah ini. Dan seharusnya antara dishub dan polisi ada kerjasama yang baik untuk menyelesaikan terminal liar yang menjamur di Surabaya ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar